Sunday, January 23, 2022

AKSI NYATA PENERAPAN BUDAYA POSITIF "5S" DI SD NEGERI 2 MUNGKUNG Oleh : Lia Angela Rosalia, S.Pd CGP Angkatan 4 Kab. Nganjuk

 AKSI NYATA

PENERAPAN BUDAYA POSITIF "5S"

DI SD NEGERI 2 MUNGKUNG

Oleh : Lia Angela Rosalia, S.Pd

CGP Angkatan 4 Kab. Nganjuk



Latar Belakang Aksi Nyata

Pendidikan dapat diartikan sebagai proses pembelajaran untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang tinggi. salah satu cara pembentukan karakter seseorang bisa dilakukan melalui pendidikan. penanaman pendidikan karakter  dalam dunia pendidikan dapat dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar. tingkat pendidikan dasar merupakan masa-masa yang paling tepat untuk menanamkan pendidikan karakter karena pendidikan dasar merupakan pendidikan lanjutan dari pendidikan keluarga.

saat ini kondisi karakter peserta didik di sekolah sangat memprihatinkan baik secara emosional, tindakan maupun perilaku sosial. salah satu contoh saat siswa ditegur oleh gurunya karena melakukan kesalahan , mereka cenderung melawan dengan tindakan-tindakan yang kurang pantas. selain itu, anak usia Sekolah Dasar saat bercanda atau bergaul dengan teman-temannya di sekolah tak jarang mengeluarkan ucapan-ucapan kasar. Di luar lingkungan sekolah pun sering kita temui anak- anak yang jarang berpamitan dengan orang tuangya ketika hendak pergi atau bahkan memanggil kakak atau orang yang lebih tua dengan sebutan nama.

Dalam fenomena ini jelas bahwa karakter peserta didik sekarang ini jauh dari kesan baik. buruknya karakter peserta didik bisa disebabkan oleh kurangnya penanaman pendidikan karakter positif dari pihak terdekat mereka misalnya orang tua, keluarga maupun guru di sekolah. Selain itu, perkembangan teknologi dan informasi juga merupakan penyumbang terbesar dalam pembentukan karakter yang buruk bagi peserta didik. guru sebagai pendidik sudah seharusnya mengarahkan dan membimbing peserta didik untuk merubah sikap kurang baik menjadi baik, serta  menggerakkan warga sekolah, wali murid, dan lingkungan sekitar sekolah  untuk menciptakan budaya positif agar siswa terbiasa melakukan karakter yang baik.

Deskripsi Aksi Nyata

Dalam mewujudkan budaya positif pastinya saya tidak bisa melakukannya sendiri. Banyak pihak yang saya libatkan dalam mewujudkan semua ini. sebelum mewujudkan budaya positif di sekolah maka yang saya lakukan adalah berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan rekan sejawat , rekan guru dan Kepala Sekolah tentang budaya positif  . kegiatan ini dilakukan agar semua warga sekolah terutama Kepala Sekolah dan guru mempunyai sudut pandang yang sama dalam pembiasaan "5S" di lingkungan sekolah. Dalam kegiatan ini pula , saya meminta guru-guru untuk mau menuangkan ide atau gagasan mereka terkait dengan budaya positif apa yang akan diwujudkan di lingkungan sekolah. Selain berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan rekan sejawat, tentu saja saya melakukan kegiatan dengan peserta didik saya di kelas V yaitu membuat keyakinan kelas. Keyakinan kelas ini diharapkan dapat menunjang agar budaya positif dapat terlaksana dengan baik. Akhirnya berdasarkan keyakinan kelas dan juga keyakinan sekolah , kami memutuskan akan menerapkan budaya positif yaitu "5S" (Senyum, salam,sapa, sopan dan santun).

BU daya positif "5S" adalah budaya yang membiasakan diri agar selalu senyum, salam, sapa sopan dan santun saat berinteraksi dengan orang lain. tolak ukur ketercapian budaya positif "5S" antara lain:

1. senyum

peserta didik dengan sadar mampu menggerakkan sedikit raut muka serta bibir agar orang lain atau lawan bicara merasa nyaman melihat ketika berjumpa.

2. Salam

siswa mampu mengucapkan salam yang dilakukan dengan ketulusan mampu mencairkan suasana kaku, salam dalam hal ini bukan berarti berjabat tangan saja tetapi seperti mengucapkan salam menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

3. Sapa 

Peserta didik dengan kesadaran diri melakukan tegur sapa ramah yang membuat suasana menjadi akrab dan hangat sehingga lawan bicara merasa dihargai.

4. Sopan 

Siswa tanpa perintah atau paksaan berperilaku sopan misalnya sopan ketika duduk, lewat didepan orang yang lebih tua, sopan santun kepada guru, sopan ketika berbicara maupun berinteraksi dengan orang lain.

5. Santun

Peserta didik memiliki sifat yang mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan dirinya. sopan santunmerupakan gerak, kata atau tindakan untuk menghargai orang lain.

Tujuan Aksi Nyata

Guru merupakan salah satu pembentuk karakter 

peserta didik di sekolah dalam menanamkan karakter baik dengan menerapan budaya positif. Banyak cara yang bisa dilakukan guru dalam membentuk karakter peserta didik di sekolah , salah satunya dengan menerapkan budaya 5S (senyum,salam,sapa,sopan dan santun). hai ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang tercantum pada pasal 1 UU Sisdiknas tahun 2003 bahwa diantara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk emiliki kecerdasan tetapi juga membentuk karakter agar nantinya lahir generasi masa depan bangsa yang tumbuh dan berkembang dengan karakter nilaimluhur bangsa dan agama.

Strategi Pelaksanaan Aksi Nyata

Sebelum menerapkan kepada peserta didik di sekolah tentunya guru-guru harus memberikan contoh terlebih dahulu dengan mempraktikkannya dengan sesama guru atau ke Kepala Sekolah, pada akhirnya peserta didik akan melihat kemudian mencotoh apa yang dilakukan oleh gurunya. KOlaborasi yang baik antara guru, komite , wali murid dan stakeholder yang terkait berandil besar dalam terwujudnya budaya positif "5S" ini, caranya dengan melakukan sosialisasi budaya positif "5S" denganmemberikan penjelasan dan wawasan tentang pentungnya budaya 5S dalam pembentukan karakter di setiap diri peserta didik.

selain itu, wujud konkrit pengimplementasian lima nilai kebajikan ini yaitu ketika pagi hari saat peserta didik masuk ke kelas, mereka dibiasakan melakukan budaya 5S dengan memilih gambar sesuai sapaan yang mereka inginkan untuk dilakukan oleh guru kepadanya, siswa memberikan senyuman, sapaan, salam sopan dan santunkepada peserta didik ataupun warga sekolah dalam melakukan berbagai kegiatan. Melalui pembiasaan menerapkan buday positif"5S" kepada seluruh warga sekolah secara perlahan karakter peserta didik dibentuk kearah yang lebih baik lagi. Budaya 5S di sekolah merupakan cita-cita iklim dan budaya positif di lingkungan sekolah. pembentukan karakter peserta didik melalui penerapan budaya positif 5S di sekolah perlu dukungan dari semua pihak dapat membudaya dan membentuk karakter. diharapkan seluruh pihak nyang terkait seperti orang tua, guru, komite, stakeholder maupun warga sekitar turut andil berpartisipasi aktif membantu, mendukung serta menyukseskan budaya positif 5S ini sehingga karakter peserta didik dapat diarahkan , dibentuk dan nantinya akan mewujudkan profil Pancasila pada generasi yang akan datang.

Evaluasi Pelaksanaan Aksi Nyata

Pengalaman berharga yang saya ambil dari kegiatan ini adalah saya bisa mempraktikkan materi dalam modul 1.4 yatu budaya positif di lingkungan SDN 2 Mungkung dengan membiasakan budaya 5S (senyum,salam,sapa,sopan dan santun) baik kepada peserta didik, warga sekolah dan juga dewan guru. Guru dituntut melakukan perubahan positif dengan melakukan praktik baik dan memberi contoh yang baik minimal pada peserta didik minimal selalu melakukan 5S di setiap kegiatan yang dilakukan. alhamdulillah semakin bertambahnya hari kebiasan 5S yang dulunya masih dituntun lama-kelamaan peserta didik mulai terbiasa menerapkannya baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat. hal ini terbukti dari testimoni yang didaptkan sekolah dari wali murid maupun lingkungan sekitar bahwa siswa-siswi SDN 2 Mungkung memiliki karakter sopan dan santun.

Rencana Perbaikan di Masa Mendatang

Sebagai manusia biasa saya menyadari banyak kekurangan dalam kegiatan aksi nyata di modul 1.4 , refleksi diri merupakan kegiatan wajib bagi saya untuk perbaikan , kemajuan, dan perubahan ke arah yang lebih positif lagi. senantiasa terbuak menrima saran dan kritik yang membangun demi peningkatan kompetensi, nilai dan peran guru penggerak pada diri saya. Saya berkomitmen akan terus tergerak, bergerak dan menggerakkan komunitas untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu mewujudkan profil pelajar Pancasila.

untuk lebih lengkapnya pelaksanaan aksi nyata budaya positif dapat di saksikan melalui youtube dengan link : https://youtu.be/yZEUnXIupNQ

 

#Merdeka Belajar