JURNAL
MONOLOG REFLEKSI
Salam hormat
Bapak / Ibu guru agen perubahan di seluruh Indonesia
Guru merupakan pemimpin pembelajaran di kelas yang diampunya.
Sebagai pemimpin pembelajaran, pasti Anda sering dihadapkan dalam situasi
dilema etika atau bujukan moral yang mengharuskan Anda untuk mengambil
keputusan. Pengambilan keputusan tersebut tidaklah mudah sebab sering kali
melibatkan kepentingan dari beberapa pihak atau memiliki nilai kebijakan yang
sama- sama benar tetapi saling bertentangan satu dengan yang lain.
Banyak pertanyaan yang pastinya berkecambuk dalam
pikiran Anda sebelum sebuah mengambil keputusan mulai dari hal apa yang menjadi
landasan Anda dalam pengambilan
keputusan kemudian setelah Anda mengambil keputusan tak jarang muncul keraguan
dalam diri apakah keputusan Anda buat telah tepat dan efektif dalam
menyelesaikan masalah dan masih banyak
lagi kontradiksi yang muncul ketika Anda dihadapkan untuk membuat keputusan
dalam situasi dilema etika atau bujukan moral.
Bapak/Ibu Guru hebat apakah Anda sudah mampu
mengidentifikasi masalah yang tengah dihadapi tergolong dilema etika atau
bujukan moral? . Nah Apa perbedaan antara dilema etika dan bujukan moral?
A. Perbedaan Bujukan Moral dan Dilema Etika
Bujukan moral (benar VS salah) adalah sebuah
situasi yang terjadi di mana seseorang dihadapkan pada situasi benar atau salah
dalam mengambil keputusan.
Sedangkan dilema etika (benar VS benar) adalah
sebuah situasi yang terjadi di mana seseorang dihadapkan pada situasi keduanya
benar namun bertentangan dalam mengambil sebuah keputusan.
B. Paradigma dalam Pengambilan Keputusan
Sepanjang kita mengabdi di suatu institusi
Pendidikan akan ada berbagai dilema etika yang harus kita hadapi dari waktu ke
waktu. Dilema etika merupakan salah satu situasi yang berat dalam mengambil
keputusan. Banyak nilai- nilai kebijakan mendasar yang bertentangan seperti
cinta dan kasih sayang, kebenaran dan keadilan , kebebasan, persatuan,
toleransi , tanggung jawab dan penghargaan akan hidup.
Secara umum ada 4 paradigma yang mungkin terjadi pada situasi dilema
etika yang dikategorikan sebagai berikut.
1.
Individu lawan masyarakat (individual vs community)
2. Rasa
Keadilan lawan rasa kesedihan (justice vs mercy)
3.
Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyality)
4. Jangka
pendek lawan jangka Panjang (short term vs long term)
C. Prinsip dalam Pengambilan Keputusan
Bapak/Ibu Guru hebat kita tidak boleh gegabah atau tergesa-gesa dalam
pengambilan keputusan dalam situasi dilema etika. Kita harus memiliki prinsip
yang menjadi landasan dalam proses pengambilan keputusan tersebut. Menurut Kidder Ada tiga prinsip dalam pengambilan
keputusan yang sering kali membantu dalam menghadapi pilihan-pilihan yang penuh
tantangan yang harus dihadapi pada dunia saat ini.
1. Berpikir berbasis
hasil akhir (Ends-Based Thinking)
2. Berpikir berbasis peraturan
(Rule-Based Thinking)
3. Berpikir berbasis
rasa peduli (Care-Based Thinking)
D. Konsep Pengambilan dan Pengujian Keputusan
Sebagai
seorang pemimpin pembelajaran , Anda harus memastikan bahwa keputusan yang Anda
ambil adalah keputusan yang tepat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian
untuk mengetahui apakah keputusan tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip
dasar pengambilan keputusan secara etis.
Di bawah ini ada 9 langkah untuk memandu Anda dalam
mengambil dan menguji keputusan dalam situasi dilema etika.
1. mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling
bertentangan dalam situasi ini
2. menentukan siapa yang terlibat dalam situasi
ini.
3. kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan
situasi ini.
4. pengujian benar atau salah yang meliputi uji
legal, uji regulasi, uji intuisi, uji
halaman
depan koran, uji panutan / idola.
5. Pengujian paradigma benar lawan benar
6. melakukan prinsip resolusi
7. investigasi opsi trilemma
8. buat keputusan
9. lihat lagi keputusan dan refleksikan
Setelah
Bapak/Ibu Guru hebat memahami materi terkait dengan modul 3.1, berikut admin
akan membagikan hasil tugas tentang Demonstrasi Kontekstual – Pengambilan
Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran. Adapun pertanyaan- pertanyaan panduan
sebagai berikut .
·
Bagaimana Anda nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang
Anda dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah/lingkungan asal Anda?
Jawaban :
Salah satu prinsip hidup yang senantiasa saya
terapkan adalah “Sharing is Caring”. Prinsip ini saya terapkan dalam setiap
kegiatan yang saya lakukan karena saya yakin bahwa sebaik-baiknya manusia adalah
manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Setiap kali setelah saya mengikuti
diklat, seminar, webinar atau kegiatan peningkatan keprofesionalan guru tak
lupa saya berbagi ilmu yang saya dapat dengan rekan- rekan guru di sekolah maupun di nusantara melalui forum komunitas praktisi secara formal ataupun non formal. Saya
berharap ilmu yang saya bagikan dapat bermanfaat dan menginspirasi rekan-rekan
guru yang lain untuk melangkah maju melakukan perubahan ke arah positif
terutama dalam bidang Pendidikan. Adapun cara yang saya lakukan dalam
mentransfer dan membagikan pengetahuan yang saya dapatkan dalam Program Guru
Penggerak Angkatan 4 ini yaitu:
1. Menyusun rencana program guru penggerak yang
akan saya laksanakan di SDN 2 Mungkung.
2. Saya akan mengkomunikasikan dan berdiskusi
dengan Kepala Sekolah mengenai program yang telah saya susun .
3. Melakukan sosialisasi secara luring atau daring tentang materi
program guru penggerak melalui komunitas praktisi SDN 2 Mungkung Kecamatan
Rejoso Kabupaten Nganjuk.
Transfer
ilmu pun saya lakukan melalui unggahan tulisan-tulisan pada blog pribadi “catatanbulia”
yang bisa diakses oleh seluruh Bapak/Ibu Guru Hebat yang ada di Indonesia. Tak
jarang saya pun mengunggah video aksi nyata untuk menerapkan materi yang saya
dapat dalam Program Guru Penggerak Angkatan 4 melalui channel youtube “guru anyaran”.
·
Apa langkah-langkah awal yang akan Anda lakukan untuk memulai mengambil
keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?
Jawaban:
Dalam rangka mewujudkan
merdeka belajar dengan menerapkan
pembelajaran yang berpihak pada murid tentunya akan ada saat di mana kita
sebagai seorang pemimpin pembelajaran dihadapkan pada situasi dilema untuk
mengambil sebuah keputusan yang tepat dan efektif. Langkah-langkah awal yang
akan saya lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasar pemimpin
pembelajaran yaitu:
1. Saya terlebih dahulu
menentukan apakah situasi/kasus yang saya hadapi termasuk dilema etika atau
bujukan moral.
2. Mengidentifikasi dan
menganalisa paradigma pengambilan keputusan berdasarkan situasi dilema atau kasus yang dihadapi.
3. Memilih dan menentukan
prinsip yang digunakan sebagai landasan dalam pengambilan keputusan.
4. Menguji keputusan yang
saya ambil dengan menerapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan.
5. Memastikan bahwa dalam
pengambilan keputusan sudah sesuai dengan visi dan misi yang telah disusun dan
disepakati.
·
Mulai kapan Anda akan menerapkan langkah-langkah tersebut, hari ini,
besok, minggu depan, hari apa? Catat rencana Anda, sehingga Anda tidak lupa.
Jawaban:
Saya akan menerapkan langkah-langkah
pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran ketika saya dihadapkan pada
situasi dilema etika yang memerlukan pengambilan keputusan tepat dan efektif .
Jika hari ini, besok, minggu depan atau pun hari -hari selanjutnya saya
dihadapkan dengan situasi dilema etika maka saya akan menerapkan
Langkah-langkah pengambilan keputusan berdasarkan 4 paradigma dilema etika,3
prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan serta pengujian
keputusan.
·
Siapa yang akan menjadi pendamping Anda, dalam menjalankan pengambilan
keputusan sebagai pemimpin pembelajaran? Seseorang yang akan menjadi teman
diskusi Anda untuk menentukan apakah langkah-langkah yang Anda ambil telah
tepat dan efektif.
Jawaban:
Dalam pengambilan keputusan
sebagai pemimpin pembelajaran tentunya saya akan membutuhkan seseorang yang
akan menjadi teman diskusi untuk memastikan Langkah yang saya ambil telah tepat
dan efektif. Oleh karena itu, saya membutuhkan rekan sejawat yang juga
merupakan sesama CGP sebagai teman
diskusi . Selain itu, saya juga meminta saran dan masukan dari Kepala Sekolah
dan anggota komunitas praktisi yang ada di SDN 2 Mungkung untuk berdiskusi
dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Saya melakukan
refleksi kembali untuk mengukur efektivitas pengambilan keputusan yang telah
saya buat sehingga saya merasa yakin bahwa keputusan yang saya ambil tidak
merugikan atau berpihak sebelah .
Pengambilan keputusan yang tepat sebagai pemimpin pembelajaran seyogyanya mampu
menyeimbangkan antara dua pihak atau antara dua opsi yang ada dengan pilihan
yang tepat dan benar sehingga tidak merugikan orang lain.
Demikian
tugas modul 3.1.a.7 tentang demonstrasi kontekstual-pengambilan keputusan
sebagai pemimpin pembelajaran . semoga bermanfaat
Salam
tergerak, bergerak dan menggerakkan.
No comments:
Post a Comment