3.3.a.10
AKSI NYATA
OUTING CLASS “KOMPETISI PERMAINAN TRADISIONAL”
• Latar Belakang
Arus
Globalisasi yang sedang berkembang saat ini membawa dampak positif dan negatif
bagi kehidupan di masyarakat. Salah satu dampak positifnya adalah memudahkan
masyarakat untuk berkomunikasi dan bertukar informasi secara cepat dan mudah.
Sedangkan salah satu dampak negatifnya adalah budaya luar yang negatif dapat
dengan mudah masuk ke ruang lingkup masyarakat, akibatnya budaya Indonesia
sendiri di lupakan oleh generasi muda. Pelan tapi pasti budaya Indonesia mulai luntur dan dilupakan
oleh generasi muda Indonesia termasuk
permainan tradisional.
Yang terjadi saat ini ialah permainan
anak-anak sudah banyak beralih ke permainan elektronik yang modern seperti
Playstation dan online game. Hal itu juga didukung penggunaan gadget yang
semakin pesat. Melalui sambungan internet, gadget memudahkan seseorang
bereksplorasi secara bebas di dunia maya tanpa ada batasan. Tanpa kita sadari,
penggunaan gadget yang tidak tepat memicu terjadinya tindakan kriminal yang
bisa mengancam jiwa seseorang bahkan orang terdekatnya. Dengan gadget, orang
dengan mudah mengunggah (upload) berbagai informasi pribadi yang seharusnya
tidak diketahui khalayak ramai, seperti informasi pada kartu identitas, paspor,
lokasi keberadaan, bahkan boarding pass pesawat.. Pada dasarnya, penggunaan
gadget memberikan banyak manfaat. Namun, di sisi lain gadget memberikan berbagai
dampak negatif terhadap perkembangan anak, seperti menghambat perkembangan
motorik anak, menimbulkan masalah perilaku dan kesehatan fisik, serta
menghambat perkembangan bahasa dan sosial anak.
Oleh karena itu, pembentukan karakter anak dapat dilakukan melalui permainan tradisional. Untuk mengatasi lunturnya permainan tradisional di kalangan anak-anak pada zaman modern ini, perlu dilakukan upaya pelestarian permainan tradisional dengan cara mengintegrasikannya ke dalam program sekolah. Namun, pengintegrasian itu harus sesuai dan tepat sasaran. Memang diperlukan waktu agar anak-anak dapat memahami kembali pentingnya permainan tradisional. Berdasarkan latar belakang di atas saya menyusun program kokurikuler yang mengintegrasikan permainan tradisional dalam kegiatan outing class “ Kompetisi Permainan Tradisional” yang akan dilaksanakan pada KTS (Kegiatan Tengah Semester)
• Tindakan pada Aksi Nyata
Permainan tradisional
merupakan salah satu warisan dari nenek moyang kita dan bisa menjadi identitas
bangsa. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih,
jenis-jenis permainan itu sudah mulai luntur, bahkan tidak dikenal lagi.
Padahal, permainan tradisional itu bukan sekadar permainan, melainkan juga bisa
mengajarkan anak-anak bersikap sportif, saling menghargai, ketelitian, kerja
sama, serta bertanggung jawab. Seperti pada permainan gebok/boi-boian setiap peserta dituntut bekerja sama dengan
kelompok, saling menghargai sesama anggota tim, dan tidak curang bermain. Menurut
Ashibly (2003), permainan tradisional merupakan sekumpulan ciptaan tradisional,
baik yang dibuat kelompok maupun perorangan, dalam masyarakat yang menunjukkan
identitas sosial dan budaya berdasarkan standar dan nilai-nilai yang diucapkan
atau diikuti turun-temurun.
Ashibly (2003) juga
menyatakan bahwa banyak sisi positif yang bisa didapatkan dari permainan
tradisional Indonesia, antara lain (1) pemanfaatan bahan-bahan permainan yang
berasal dari alam dan (2) memiliki hubungan yang erat dalam melahirkan penghayatan
terhadap kenyataan hidup manusia. Salah satu cara melestarikan permainan
tradisional ialah melalui pendidikan. Menurut Ki Hajar Dewantara Bermain
merupakan kodrat anak , melalui permainan di luar ruangan itulah pembelajaran bisa diintegrasikan dengan
bermain sambil belajar.
I Wayan Tarna (2015) dalam
studinya yang berjudul Peranan Permainan Tradisional dalam Pendidikan
memaparkan bahwa permainan tradisional dapat meningkatkan berbagai aspek
perkembangan anak, antara lain (1) aspek motorik yang dapat melatih daya tahan,
daya lentur, sensori-motorik, motorik kasar, dan motorik halus; (2) aspek
kognitif yang dapat mengembangkan imajinasi, kreativitas, problem solving,
strategi, antisipatif dan pemahaman kontekstual; (3) aspek emosi mampu mengasah
empati, pengendalian diri dan katarsis emosional; dan (4) aspek bahasa dapat
mengembangkan pemahaman konsep-konsep nilai.
Permainan
tradisional meningkatkan gerak motorik anak yang mampu menstimulus pertumbuhan
otot dan otak menjadi lebih baik. Otot dan otak mampu bekerja seimbang sehingga
dengan sendirinya mampu mendorong peningkatan kecerdasan anak dalam berpikir.
Selain itu, permainan tradisional mampu meningkatkan interaksi sosial yang
berpengaruh pada kemampuan berkomunikasi anak, sikap saling menghargai, dan
sportivitas melalui aturan-aturan yang ada dalam permainan sehingga anak mampu
mengendalikan emosi dan sikap empati antar sesama. Melalui permainan tradisional
juga, anak belajar lebih mencintai alam dan meningkatkan nilai spiritual kepada
Tuhan YME melalui sikap moral dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Alam
memberi pelajaran berharga agar anak selalu mensyukuri segala anugerah yang
diberikan Tuhan melalui kekayaan alam yang berlimpah. Anak juga dituntut lebih
kreatif dan imajinatif dalam memecahkan permasalahan sendiri dalam permainan
Berdasarkan
hal di fakta di atas, sebagai CGP dan
pemimpin dalam pembelajaran , saya tergerak untuk merancang Prakarsa perubahan
dengan merancang program yang memanfaatkan kekuatan aset sosial budaya dalam
bentuk program kokurikuler Outing Class “ Kompetisi Permainan Tradisional”.
Rancangan program ini muncul setelah saya melakukan survei tentang karakter
sekolah yang memiliki visi dan misi yang sesuai dengan program yang digagas. Kemudian
saya melakukan diskusi, identifikasi dan pemetaan aset-aset yang menunjang
program.
(Dokumentasi
1 &2 : melakukan diskusi tentang rancangan program kokurikuler Outing Class
“Kompetisi Permainan Tradisional” dengan KS dan Komunitas Praktisi SD Negeri 2
Mungkung).
Terdapat
aset sarana prasarana berupa halaman sekolah yang luas dapat digunakan untuk
tempat pelaksanaan kegiatan , adanya dukungan yang positif dari aset sumber
daya manusia (KS, Dewan guru, wali murid, murid-murid), komunitas setempat ,
komite, tokoh masyarakat dan paguyuban kelas yang merupakan aset sosial pun
bersemangat untuk melaksanakan program ini. Pendanaan pun tidak menjadi persoalan
karena keuntungan rancangan program kokurikuler ini sangat hemat biaya.
(Dokumentasi 3 & 4 :SD Negeri 2 Mungkung Memiliki
sarana dan prasarana yang lengkap untuk menunjang
pelaksanaan program kokurikuler Outing Class “Kompetisi Permainan Tradisional).
Karena rancangan program ini tujuannya berpihak pada murid maka murid
diberi kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya tentang permainan
tradisional yang ingin mereka pelajari dan mainkan, Memberikan keleluasaan
kepada murid untuk memilih rekan satu timnya dan tempat untuk melakukan
permainan tradisional dan pada akhirnya proses tersebutlah yang akan
menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap program ini. Hal ini dapat
digambarkan pada diagram Y berikut:
Karakteristik
Lingkungan Kepemimpinan Murid yang diharapkan dapat terwujud
dengan adanya program kokurikuler yang
bertajuk Outing Class “ Kompetisi Permainan
Tradisional”
antara lain:
1. Lingkungan yang menyediakan kesempatan untuk murid menggunakan
pola pikir dan merasakan emosi yang positif, hingga berkemampuan dan berkeinginan untuk
memberikan pengaruh positif kepada kehidupan orang lain dan sekelilingnya.
2. Lingkungan yang mengembangkan keterampilan berinteraksi
sosial secara positif, arif dan bijaksana.
3. Lingkungan tersebut berkomitmen untuk menempatkan
murid sedemikian rupa sehingga aktif menentukan proses belajarnya sendiri.
4. Lingkungan yang menumbuhkan daya lenting dan sikap
tangguh murid untuk terus bangkit di tengah kesempitan dan kesulitan.
•
Hasil dari Aksi Nyata
(Dokumentasi
5 & 6 : Mendengarkan suara murid tentang jenis Permainan Tradisional yang
ingin dimainkan melalui diskusi dan mewujudkan pilihan siswa tersebut dalam
bentuk rancangan program Kokurikuler).
Hasil dari aksi nyata yang saya peroleh dalam membuat rancangan program
kokurikuler yang bertajuk Outing
Class “ Kompetisi Permainan Tradisional” antara lain:
•
Program
kokurikuler disetujui dan didukung oleh Kepala Sekolah, dewan guru, komite
murid dan paguyuban wali kelas . Program ini akan dilaksanakan pada saat Kegiatan Tengah Semester (KTS) tahun
pelajaran 2022/2023.
•
Ada 3 cabang
permainan tradisional yang
dipertandingkan yaitu Bola Gebok, Gobak sodor dan balap karung estafet.
(berdasarkan suara /pilihan murid ).
•
Program ini
dilaksanakan selama 3 hari.
•
Hari pertama
dilaksanakan kompetisi untuk murid-murid kelas rendah ( Kelas 1,2 dan 3)
kemudian diambil juara satu dari setiap
kelas dan setiap permainan tradisional yang dilombakan.
•
Hari kedua
dilaksanakan kompetisi untuk murid-murid kelas tinggi ( Kelas 4,5 dan 6)
kemudian diambil juara satu dari setiap
kelas dan setiap permainan tradisional yang dilombakan.
•
Hari ketiga
semifinal kompetisi permainan tradisional kemudian diambil juara umum dari
setiap cabang permainan tradisional.
• Membentuk
struktur program dan mitra yaitu:
Ø Panitia kompetisi ini adalah dewan guru dan beberapa
perwakilan orang tua murid dari paguyuban kelas
Ø Dewan juri terdiri dari KS, Komite Sekolah, pengawas
dan tokoh masyarakat.
Ø Mitra dalam pelaksanaan program ini antara lain
Pemerintahan Desa Mungkung dan komunitas budayawan setempat.
Perasaan
(Feeling)
Saya
merasa senang dan bersyukur dapat menyalurkan suara , pilihan dan kepemilikan
murid dalam rancangan program kokurikuler yang bertajuk Outing
Class “ Kompetisi Permainan Tradisional”. Berkat Kerjasama dan dukungan dari
semua pihak sehingga rancangan program kokurikuler yang saya buat dapat menjadi
salah satu program unggulan kokurikuler yang akan dilaksanakan pada kegiatan
KTS tahun pelajaran 2022/2023. Tugas yang tidak mudah justru lebih berat telah
menanti saya adalah mewujudkan program kokurikuler yang telah dirancang dalam bentuk kegiatan
yang menyenangkan sekaligus edukatif sehingga kecerdasan majemuk dan
keterampilan hidup dapat melekat di setiap diri murid. Ke depannya tentu butuh
eksistensi dan konsistensi dalam melaksanakan program kokurikuler tersebut agar
berkelanjutan sehingga permainan tradisional yang merupakan warisan budaya
Indonesia tidak luntur oleh perkembangan zaman.
Pembelajaran
(Finding)
Pembelajaran
dan pengalaman berharga mulai dari merencanakan, mengorganisasikan,
menyosialisasikan hingga mewujudkan dalam bentuk program kokurikuler adalah
optimisme, berfikir positif, komunikasi asertif, Kerjasama, pendengar aktif dan
konsistensi. Hal tersebut menjadi modal berharga saya dan warga sekolah untuk
mewujudkan program kokurikuler yang mendorong jiwa kepemimpinan dan berpihak
pada murid untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.
Penerapan
ke Depan (Future)
Rencana lanjutan adalah melaksanakan program
kokurikuler yang bertajuk Outing
Class “ Kompetisi Permainan Tradisional” pada Kegiatan Tengah Semester (KTS)
tahun pelajaran 2022/2023, mempertahankan konsistensi keberlangsungan program
tersebut dari berbagai macam kendala akan muncul dengan antisipasi pengambilan
keputusan yang tepat. Semakin memberikan keleluasaan dan kesempatan bagi murid
untuk tumbuh sesuai kodrat alam dan kodrat zaman dengan pembelajaran yang berpihak
pada murid.