MODUL 2.1.a.9 KONEKSI ANTAR MATERI
Oleh : Lia Angela Rosalia, S.Pd
CGP Angkatan 4 Kab. Nganjuk
SD Negeri 2 Mungkung
|
|
Menurut Ki Hajar Dewantara, guru diibaratkan sebagai petani dan murid adalah benih-benih, tentu saja benih yang tumbuh tersebut berbeda- beda dalam perkembangan dan jenisnya. Jika dikaitkan dengan modul 1 sesuai dengan filosofi pemikiran KHD bahwa seorang pendidik itu dituntut untuk menuntun murid sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman, sebagai guru kita tidak boleh memaksakan kehendak kepada murid.
Guru penggerak memiliki nilai dan peranan dalam mendukung “Merdeka Belajar”. Guru harus jeli dalam melihat serta mengidentifikasi keragaman kebutuhan murid dalam belajar, bakat, minat dan profil belajar murid. Semua keberagaman itu harus mampu diakomodir oleh guru dalam proses pembelajaran. Pembelajaran diferensiasi merupakan salah satu solusi pembelajaran yang memberikan kesempatan yang sama untuk belajar dengan cara terbaik yang sesuai dengan mereka. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap murid . Seperti kita ketahui bahwa kemampuan setiap anak itu berbeda , oleh karena itu dalam melaksanakan pembelajaran pun diperlukan cara- cara yang berbeda pula agar kebutuhan belajar murid terpenuhi secara berkelanjutan.
Karakteristik pembelajaran diferensiasi yaitu guru harus menciptakan lingkungan belajar yang kondusif agar menarik minat murid untuk senang belajar. Mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa kemudian mengelompokkannya sesuai dengan bakat, minat atau profil belajar murid merupakan hal pertama yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran berdiferensiasi, tujuan pembelajaran harus dideskripsikan dengan jelas , melaksanakan evaluasi terhadap siswa, menanggapi dan merespon kebutuhan murid dan melaksanakan manajemen kelas secara efektif merupakan hal -hal yang saling berkaitan dalam proses pembelajaran berdiferensiasi.
Praktek pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya dapat memaksimalkan potensi murid namun juga memberi kesempatan pada mereka untuk mempelajari berbagai nilai-nilai kehidupan yang penting bagi murid seperti:
1. nilai tentang indahnya saling menghargai perbedaan
2. memaknai sebuah kesuksesan
3. menemukan dan memaksimalkan kekuatan diri
4. memahami kesempatan yang setara
5. kemerdekaan belajar dan berbagai nilai penting lainnya yang akan berkontribusi terhadap perkembangan diri mereka secara holistik.
Karakteristik utama pembelajaran berdiferensiasi yang efektif, yaitu: Pembelajaran merupakan konsep dan prinsip memberikan dorongan, penilaian berkelanjutan terhadap kesiapan dan perkembangan belajar siswa dipadukan ke dalam kurikulum dan digunakannya pengelompokan secara fleksibeldan konsisten Siswa secara aktif bereksplorasi di bawah bimbingan dan arahan guru
Berdasarkan karakteristik pembelajaran berdiferensiasi diatas, dalam merancang pembelajaran diferensiasi guru harus memahami secara mendalam setiap individu siswanya, baik dalam hal kesiapan belajar,minat, maupun gaya atau profil belajarnya. Beberapa hal yang harus diperhatikan guru dalam mengembangkan pembelajaran berdiferensiasi sebagai berikut:
1. Berpusat pada siswa
Artinya pembelajaran direncanakan dengan cermat dan strategis berdasarkan pada upaya memahami siswa secara utuh serta menempatkan gaya, intelegensi, kemampuan awal, dan berbagai cara belajar siswa sebagai dasar pelaksanaan pembelajaran .
2. Berpusat pada kurikulum
Pembelajaran diferensiasi tidak mengubah konsep dan tujuan kurikulum. Pembelajaran ini lebih menekankan kreativitas dalam menyelaraskan perangkat pembelajaran.
3. Diferensiasi materi pembelajaran
Materi yang diberikan tidak bersifat sama rata untuk semua siswa. Oleh sebab itu, guru harus mampu menyeleksi materi pembelajaran sesuai dengan minat, pengetahuan awal, dan gaya belajar siswa. Untuk mendiferensiasi proses/aktivitas pembelajaran , guru dapat melihat cara-cara alternatif dan bermakna untik menyediakan pijakan belajar bagi siswa.
Pada dasarnya kebutuhan belajar murid paling tidak berdasarkan 3 aspek , yaitu:
1. Kesiapan Belajar
Kesiapan belajar adalah kapasitas untuk mempelajari materi baru.
2. Minat Murid
Minat adalah salah satu motivator penting bagi murid untuk dapat aktif dalam proses pembelajaran.
3. Profil Belajar Murid
Profil belajar murid terkait dengan berbagai faktor, seperti : Bahasa, budaya, Kesehatan, keadaan keluarga, dan kekhususan lainnya. Selain itu, berhubungan erat dengan gaya belajar seseorang.
Strategi pembelajaran berdiferensiasi dibagi menjadi tiga, yaitu:
1. Diferensiasi Konten
Konten adalah apa yang akan kita ajarkan kepada murid-murid kita. Konten berkaitan dengan materi pembelajaran yang akan disampaikan kepada murid dengan car akita memodifikasi dan memilih cara yang tepat kepada murid berdasarkan kebutuhan murid.
2. Diferensiasi Proses
Proses yaitu mengacu pada bagaimana murid akan memahami atau memaknai informasi atau materi yang dipelajari. Proses yang perlu dipersiapkan agar murid belajar sesuai dengan kebutuhannya yaitu dengan proses kegiatan yang berjenjang, tantangan berbeda, pertanyaan pemandu, membuat agenda individual , variasi lama waktu, kegiatan bervariasi dan pengelompokan yang fleksibel.
3. Diferensiasi Produk
Produk yaitu tagihan apa yang diharapkan dari murid. Pemahaman murid harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang meliputi dua hal yaitu memberikan tantangan yang bervariasi dan memberikan murid pilihan untuk mendemontrasikan pelajaran yang diinginkan.
Hasil Aksi Nyata
|
Perencanaan Berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan rekan sejawat melalui kegiatan KKG kecamatan Rejoso tentang pembelajaran berdifersiasi
|
Pelaksanaan 1 Membuat RPP berdiferen-siasi untuk kelas V pada tema 8. Lingkungan Sahabat Kita dengan berdiskusi dan meminta masukan dari teman CGP Angkatan 4 secara daring melalui googlemeet. |
Pelaksanaan 2
Menerapkan pembelajaran berdiferensiasi pada kelas V dengan menggunakan strategi diferensiasi proses dan diferensiasi produk. |
|
Pelaksanaan 3 Siswa bekerja secara berkelom-pok sesuai sesuai dengan minat dan profil belajar mereka dalam membuat karya tentang menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya dengan berbagai media yang mereka sukai serta sepakati.
|
Pelaksanaan 4 Mendemontrasikan hasil kerja kelompok berupa produk yang berdiferensiasi yaitu berupa yel – yel , poster, buklet dan pantun tentang menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya. |
Refleksi Melakukan kegiatan refleksi bersama Kepala Sekolah dan dewan guru SDN 2 Mungkung tentang pelaksanaan pembela-jaran berdiferensiasi dan membentuk lingkungan belajar yang kondusif. |
Pengalaman berharga yang bisa saya ambil dari kegiatan ini adalah saya bisa mempraktikkan materi dalam modul 2.1 yaitu saya dapat mempraktikkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas V berdasarkan kesiapan belajar, minat dan profil belajar murid. Awalnya siswa mungkin merasa kebingungan karena baru pertama menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, namun seiring dengan waktu murid mulai terbiasa dan antusias bekerja secara kelompok karena dapat berkumpul dengan murid lain yang memiliki minat atau gaya belajar yang sama. pembelajaran berdiferensiasi sangat efektif mewadahi semua kebutuhan belajar murid . Hal ini terbukti dari diferensiasi produk yang sangat menarik dan maksimal dihasilkan oleh para murid. mereka dapat berkreasi dan belajar dengan senang hati sesuai dengan minatnya untuk materi yang disajikan oleh guru. Sebagai manusia biasa saya menyadari masih banyak kekurangan dalam kegiatanpenerapan pembelajaran berdiferensiasi, refleksi diri merupakan kegiatan wajib bagi saya untuk perbaikan , kemajuan dan perubahan ke arah yang lebih positif lagi. Senantiasa terbuka menerima saran dan kritik yang membangun demi peningkatan kompetensi, nilai dan peran guru penggerak pada diri saya. Saya berkomitmen bergerak dan meggerakkan komunitas untuk mencapai tujuan Pendidikan yaitu mewujudkan profil pelajar Pancasila.
RPP BERDIFERENSIASI KELAS 5 SD DAPAT DI UNDUH PADA LINK BERIKUT :
https://drive.google.com/file/d/1l33lpi1wO8B0Twspflw0_OAzOrswxjk0/view?usp=sharing
ATAU BISA SCAN QR BERIKUT :
No comments:
Post a Comment