Wednesday, May 25, 2022

AKSI NYATA MODUL 3.1 - PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMIMPIN PEMBELAJARAN

 

AKSI NYATA


 


 PENGAMBILAN KEPUTUSAN

PEMIMPIN PEMBELAJARAN



 


 

CGP4_KAB.NGANJUK_LIA ANGELA R_

SD NEGERI 2 MUNGKUNG

 

Pelaksanaan aksi nyata modul 3.1.a.10 merupakan rangkaian kegiatan demonstrasi kontekstual yang telah dibuat sebelumnya. Penyusunan portofolio menggunakan model 4F (Fact, Feelings, Findings,Future). Berdasarkan rancangan aksi nyata yang telah dibuat sebelumnya, maka berikut ini portofolio aksi nyata modul 3.1.a.10 yang telah saya susun

 

PERISTIWA (FACT)

LATAR BELAKANG TENTANG SITUASI YANG DIHADAPI

Masa pandemi covid-19 memberi dampak yang signifikan terhadap penurunan motivasi belajar beberapa siswa kelas V di SDN 2 Mungkung. Pembelajaran secara daring mengharuskan siswa belajar di rumah. Kegiatan belajar mengajar pun kurang maksimal karena dilakukan melalui Gmeet atau melalui whatapps grup. Penurunan motivasi belajar siswa nampak jelas pada cara belajar, sikap bahkan kedisipilannya. Bahkan nilai yang diperoleh beberapa siswa dibawah KKM yang telah ditentukan.

Saat ini poses pembelajaran tatap muka di SDN 2 Mungkung sudah diberlakukan kembali . Penurunan motivasi belajar siswa menjadi dilema etika dimana saya sebagai pemimpin pembelajaran harus mampu membuat keputusan yang tepat untuk mengembalikan semangat, motivasi, sikap, prestasi serta kedisiplinan khususnya bagi siswa kelas V.

Berdasarkan latar belakang kasus tersebut, jika diidentifikasi maka kasus tersebut merupakan dilemma etika, saya pun mencoba mengambil keputusan berdasarkan materi yang sudah saya pelajari pada modul 3.1 tentang Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Dalam kasus ini paradigma yang terjadi adalah jangka pendek lawan jangka Panjang (short term vs long term), kemudian prinsip yang saya gunakan yaitu berfikir berbasis peduli (care-based thinking). Sebelum mengambil keputusan saya menggunakan 9 Langkah untuk pertimbangan bahan pengujian agar keputusan yang diambil tepat.

Tahapan pengambilan keputusan dan pengujian sebagai berikut:

1. Nilai yang bertentangan pada situasi yang dihadapi

Nilai yang bertentangan pada situasi ini yaitu nilai keadilan VS kasihan.

Kadang benar untuk memegang peraturan . pilihan untuk mengikuti peraturan untuk memberikan nilai sesuai dengan kemampuan siswaberdasarkan rasa hormat terhadap keadilan (atau sama rata). Namun disisi lain tidak salah juga memilih untuk membengkokkan peraturan karena mengetahui fakta bahwa hampir 2 tahun siswa belajar secara daring jadi wajar apabila ada penurunan motivasi belajar. Hal ini  dapat dijadikan alasan dalam pemberian nilai  berdasarkan rasa kasihan (kebaikan).

 

2.  Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi yang dihadapi

        Saya sebagai guru kelas V, murid-murid kelas V, wali murid kelas V dan Kepala Sekolah SDN 2 Mungkung

3.    Mengumpulkan fakta yang relevan dengan situasi yang dihadapi

     Murid kelas V melaksanakan pembelajaran daring selama 2 tahun akibat pandemic COVID -19.

    Kegiatan  pembelajaran  yang dilakukan oleh guru secara virtual dirasa kurang maksimal karena penjelasan materi hanya dilakukan melalui Gmeet, whatsapp  grup dan jamboard.

       Motivasi belajar, sikap, prestasi dan kedisiplinan Sebagian murid kelas V menurun drastic akibat bosan mengikuti  pembelajaran secara daring

      Nilai beberapa murid kelas V jauh di bawah KKM yang telah ditentukan.

4. Pengujian benar atau salah

       Uji  Legal

   Pada kasus ini tidak ada pelanggaran hukum

      Uji Regulasi

   Pada kasus ini tidak ada pelanggaran kode etik profesi.

      Uji Intuisi

   Berdasarkan fakta-fakta pada kasus ini, intuisi yang muncul adalah  

   Rasa bosan pembelajaran secara daring selama 2 tahun menjadi penyebab utama penurunan motivasi belajar, sikap, prestasi dan kedislipinan beberapa murid kelas V di SDN 2 Mungkung. 

      Uji Publikasi dihalaman depan koran

    Saya merasa nyaman karena keputusan yang saya ambil tidak melanggar hukum dan sudah berdasarkan fakta yang ada  bahwa terjadi penurunan motivasi belajar yang drastis pada siswa kelas V akibat pembelajaran daring yang dialami selama 2 tahun.

 

      Keputusan yang diambil oleh panutan/idola pada kasus yang sama

  Menurut pendapat saya, panutan/orang yang saya idolakan akan mengambil keputusan yang sama.

5. Pengujian paradigma benar lawan salah

    Hal yang dilakukan oleh murid salah karena melanggar tata tertib sekolah walaupun pembelajaran dilaksanakan secara daring akibat pandemic COVID-19  seharusnya siswa tetap bersemangat dan menjaga motivasi belajarnya.

6. Melakukan prinsip resolusi

Menyelesaikan masalah dengan berfikir berbasis rasa peduli.

7. Investigasi opsi trilemma

     Menurut pendapat saya ada penyelesaian yang kreatif yang tidak terfikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah pada kasus ini yaitu:

Ø  Melakukan coaching Bersama murid yang mengalami penurunan motivasi belajar untuk mengetahui masalah yang dihadapi dan menuntunnya untuk dapat menyelesaikan dengan menggali potensi yang ada dirinya

Ø  Melakukan identifikasi dan pemetaan kebutuhan belajar siswa kelas V

Ø  Menyelenggarakan pembelajaran diferensiasi

Ø  Menerapkan pembelajaran social emosional agar mengembalikan kesadaran penuh siswa kelas V dalam mengikuti pembelajaran.

Ø  Membuat keyakinan bersama kelas V agar mereka nyaman belajar .

8. Buat keputusan

     keputusan yang saya ambil dalam kasus ini adalah melakukan pendekatan secara personal dengan siswa yang mengalami penurunan motivasi belajar dengan menerapkan Coaching, mengidentifikasi dan memetakan kebutuhan belajar siswa serta menyelenggarakan pembelajaran yang berpihak pada murid.

9. Lihat lagi keputusan dan refleksikan

Keputusan yang diambil sudah berdasarkan 9 langkah pengambilan keputusan dan pengujian keputusan. Keputusan ini tepat walaupun mungkin bukan yang terbaik. Proses pengambilan keputusan harus berani mengambil resiko dan tentunya harus percaya diri dan bertanggung jawab untuk menghadapi konsekuensi dan implikasi dari keputusan yang telah dibuat.

Berdasarkan pertimbangan dan pengambilan keputusan dengan menggunakan 9 langkah, keputusan yang saya buat sebagai pemimpin pembelajaran adalah melaksanakan pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan dengan memperhatikan diferensiasi yang ada pada setiap diri peserta didik dan menerapkan pembelajaran sosial emosional agar siswa memiliki kesadaran penuh dalam mengikuti pembelajaran. Di bawah ini adalah beberapa foto dokumentasi pelaksanaan pembelajaran kreatif, inovatif dan menyenangkan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa-siswa kelas V.

Foto 1: kegiatan pembelajaran membuat kreasi maket bangunan dengan menggunakan beberapa bentuk bangun ruang pada Pelajaran Matematika

 

Foto 2: kegiatan pembelajaran membuat iklan layanan masyarakat mengenai daur ulang sampah melalui berbagai media publikasi.


Foto 3: kegiatan pembelajaran membuat kreasi komik dengan tokoh karakter hewan berdasarkan hewan kesukaan yang dibuat dari kertas origami.

 

Foto 4 : melakukan permainan tradisional “ Boi-boian” untuk Menyusun piramida ekologi yang ada di ekosistem lingkungan sekitar.

 

Foto 5 : Kegiatan pembelajaran “mengubah sampah jadi barang berfaedah” dengan memanfaatkan sampah plastik di lingkungan sekolah menjadi berbagai kreasi benda.

 

Foto 6: kegiatan pembelajaran “memperingati hari Kartini” dengan fashion show menggunakan baju kebaya .

 

Foto 7 : Kegiatan pembelajaran sosial emosional dengan permainan stick talk untuk menceritakan perasaan setiap siswa setelah mengikuti pembelajaran.

 

Foto 8 : Kegiatan pembelajaran sosial emosional dengan meneladani sifat positif dari tokoh idola sebagai motifasi untuk meraih cita-cita.

 

PERASAAN (FEELINGS)

Sebagai pemimpin pembelajaran saya merasa tertantang untuk mengambil keputusan yang tepat sebagai solusi atas permasalahan yang terjadi. Berdasarkan 9 langkah pengujian dalam pengambilan keputusan yang telah saya pelajari pada modul 3.1 , alhamdulillah keputusan yang saya buat tepat  untuk meningkatkan motivasi belajar siswa .

PEMBELAJARAN (FINDINGS)

Permasalahan pada setiap individu itu berbeda-beda, perlu adanya pemahaman dalam masalah yang dialami agar pengambilan keputusan yang dilakukan berdampak positif. Keputusan yang diambil oleh pemimpin pembelajaran harus tepat dan tidak boleh gegabah terutama dalam menghadapi dilema etika atau bujukan moral. Setelah mempelajari modul 3.1, bekal pengetahuan dalam pengambilan keputusan pun semakin bertambah. Dibutuhkan kolaborasi yang solid antara warga sekolah dalam membangun kembali motivasi, semangat , sikap dan prestasi belajar yang sempat menurun akibat pembelajaran yang dilaksanakan secara daring. Saya pun bersyukur mengikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 ini sebab banyak ilmu baru terutama dalam penerapan berbagai pendekatan dan pembelajaran yang berpihak pada anak. Investigasi opsi trilemma yang saya dapat pun kesemuanya merupakan materi yang telah saya pelajari pada modul sebelumnya. Hal ini yang sangat membantu dan meyakinkan saya dalam menentukan keputusan yang tepat.

PENERAPAN (FUTURE)

Kemampuan dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran merupakan perubahan positif yang nyata terjadi pada diri saya sebagai CGP. Ke depannya saya akan menerapkan 9 langkah pengujian dalam mengambil keputusan terutama dalam permasalahan yang menyangkut dilema etika atau bujukan moral. Saya akan berkolaborasi dengan warga sekolah untuk menentukan sebuah pengambilan keputusan yang tepat serta berdampak positif terhadap kemajuan peserta didik. Saya semakin bersemangat menjadi agen perubahan di tempat saya bekerja sebab dengan berbekal ilmu yang saya dapat dalam pengambilan keputusan, saya semakin mendapat dukungan dan kepercayaan dari warga sekolah dalam penanganan dilema etika atau bujukan moral yang dihadapi oleh warga sekolah.

 

 

No comments:

Post a Comment