AKSI NYATA
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PEMIMPIN PEMBELAJARAN
CGP4_KAB.NGANJUK_LIA ANGELA R_
SD NEGERI 2 MUNGKUNG
Pelaksanaan
aksi nyata modul 3.1.a.10 merupakan rangkaian kegiatan demonstrasi kontekstual
yang telah dibuat sebelumnya. Penyusunan portofolio menggunakan model 4F (Fact,
Feelings, Findings,Future). Berdasarkan rancangan aksi nyata yang telah
dibuat sebelumnya, maka berikut ini portofolio aksi nyata modul 3.1.a.10 yang
telah saya susun
PERISTIWA (FACT)
LATAR
BELAKANG TENTANG SITUASI YANG DIHADAPI
Masa pandemi covid-19 memberi dampak yang signifikan
terhadap penurunan motivasi belajar beberapa siswa kelas V di SDN 2 Mungkung.
Pembelajaran secara daring mengharuskan siswa belajar di rumah. Kegiatan
belajar mengajar pun kurang maksimal karena dilakukan melalui Gmeet atau
melalui whatapps grup. Penurunan motivasi belajar siswa nampak jelas pada
cara belajar, sikap bahkan kedisipilannya. Bahkan nilai yang diperoleh beberapa
siswa dibawah KKM yang telah ditentukan.
Saat ini poses pembelajaran tatap muka di SDN 2
Mungkung sudah diberlakukan kembali . Penurunan motivasi belajar siswa menjadi
dilema etika dimana saya sebagai pemimpin pembelajaran harus mampu membuat
keputusan yang tepat untuk mengembalikan semangat, motivasi, sikap, prestasi
serta kedisiplinan khususnya bagi siswa kelas V.
Berdasarkan latar belakang kasus tersebut, jika
diidentifikasi maka kasus tersebut merupakan dilemma etika, saya pun mencoba
mengambil keputusan berdasarkan materi yang sudah saya pelajari pada modul 3.1
tentang Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Dalam kasus ini
paradigma yang terjadi adalah jangka pendek lawan jangka Panjang (short term
vs long term), kemudian prinsip yang saya gunakan yaitu berfikir berbasis
peduli (care-based thinking). Sebelum mengambil keputusan saya
menggunakan 9 Langkah untuk pertimbangan bahan pengujian agar keputusan yang
diambil tepat.
Tahapan pengambilan keputusan dan pengujian sebagai berikut:
1. Nilai yang bertentangan pada situasi yang dihadapi
Nilai yang bertentangan pada situasi ini yaitu nilai
keadilan VS kasihan.
Kadang
benar untuk memegang peraturan . pilihan untuk mengikuti peraturan untuk
memberikan nilai sesuai dengan kemampuan siswaberdasarkan rasa hormat terhadap
keadilan (atau sama rata). Namun disisi lain tidak salah juga memilih untuk
membengkokkan peraturan karena mengetahui fakta bahwa hampir 2 tahun siswa
belajar secara daring jadi wajar apabila ada penurunan motivasi belajar. Hal
ini dapat dijadikan alasan dalam
pemberian nilai berdasarkan rasa kasihan
(kebaikan).
2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi yang dihadapi
Saya sebagai
guru kelas V, murid-murid kelas V, wali murid kelas V dan Kepala Sekolah SDN 2
Mungkung
3.
Mengumpulkan fakta yang relevan dengan situasi yang dihadapi
• Murid kelas V melaksanakan pembelajaran daring selama
2 tahun akibat pandemic COVID -19.
• Kegiatan pembelajaran
yang dilakukan oleh guru secara virtual dirasa kurang maksimal karena
penjelasan materi hanya dilakukan melalui Gmeet, whatsapp grup dan jamboard.
• Motivasi
belajar, sikap, prestasi dan kedisiplinan Sebagian murid kelas V menurun
drastic akibat bosan mengikuti
pembelajaran secara daring
• Nilai beberapa murid kelas V jauh di bawah KKM yang telah ditentukan.
4.
Pengujian benar atau salah
• Uji Legal
Pada kasus ini tidak ada pelanggaran hukum
• Uji Regulasi
Pada kasus ini tidak ada pelanggaran kode
etik profesi.
• Uji Intuisi
Berdasarkan fakta-fakta pada kasus ini, intuisi yang
muncul adalah
Rasa bosan pembelajaran secara daring selama 2 tahun menjadi penyebab utama penurunan motivasi belajar, sikap, prestasi dan kedislipinan beberapa murid kelas V di SDN 2 Mungkung.
• Uji Publikasi dihalaman depan koran
Saya merasa nyaman karena keputusan yang saya ambil
tidak melanggar hukum dan sudah berdasarkan fakta yang ada bahwa terjadi penurunan motivasi belajar yang
drastis pada siswa kelas V akibat pembelajaran daring yang dialami selama 2
tahun.
• Keputusan yang diambil oleh panutan/idola pada kasus
yang sama
Menurut pendapat saya, panutan/orang yang saya idolakan akan mengambil keputusan yang sama.
5. Pengujian paradigma benar lawan salah
Hal yang dilakukan oleh murid salah karena melanggar
tata tertib sekolah walaupun pembelajaran dilaksanakan secara daring akibat
pandemic COVID-19 seharusnya siswa tetap
bersemangat dan menjaga motivasi belajarnya.
6.
Melakukan prinsip resolusi
Menyelesaikan
masalah dengan berfikir berbasis rasa peduli.
7.
Investigasi opsi trilemma
Menurut pendapat saya ada penyelesaian yang kreatif
yang tidak terfikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah pada kasus ini
yaitu:
Ø Melakukan coaching Bersama murid yang mengalami
penurunan motivasi belajar untuk mengetahui masalah yang dihadapi dan
menuntunnya untuk dapat menyelesaikan dengan menggali potensi yang ada dirinya
Ø Melakukan identifikasi dan pemetaan kebutuhan belajar
siswa kelas V
Ø Menyelenggarakan pembelajaran diferensiasi
Ø Menerapkan pembelajaran social emosional agar
mengembalikan kesadaran penuh siswa kelas V dalam mengikuti pembelajaran.
Ø Membuat keyakinan bersama kelas V agar mereka nyaman
belajar .
8. Buat
keputusan
keputusan yang saya ambil dalam kasus ini adalah
melakukan pendekatan secara personal dengan siswa yang mengalami penurunan
motivasi belajar dengan menerapkan Coaching, mengidentifikasi dan memetakan
kebutuhan belajar siswa serta menyelenggarakan pembelajaran yang berpihak pada
murid.
9.
Lihat lagi keputusan dan refleksikan
Keputusan yang diambil sudah berdasarkan 9
langkah pengambilan keputusan dan pengujian keputusan. Keputusan ini tepat
walaupun mungkin bukan yang terbaik. Proses pengambilan keputusan harus berani
mengambil resiko dan tentunya harus percaya diri dan bertanggung jawab untuk
menghadapi konsekuensi dan implikasi dari keputusan yang telah dibuat.
Berdasarkan pertimbangan dan pengambilan keputusan dengan menggunakan 9 langkah, keputusan yang saya buat sebagai pemimpin pembelajaran adalah melaksanakan pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan dengan memperhatikan diferensiasi yang ada pada setiap diri peserta didik dan menerapkan pembelajaran sosial emosional agar siswa memiliki kesadaran penuh dalam mengikuti pembelajaran. Di bawah ini adalah beberapa foto dokumentasi pelaksanaan pembelajaran kreatif, inovatif dan menyenangkan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa-siswa kelas V.
Foto 1: kegiatan pembelajaran membuat kreasi maket
bangunan dengan menggunakan beberapa bentuk bangun ruang pada Pelajaran
Matematika
Foto 2: kegiatan pembelajaran membuat iklan
layanan masyarakat mengenai daur ulang sampah melalui berbagai media publikasi.
Foto 3: kegiatan pembelajaran membuat kreasi
komik dengan tokoh karakter hewan berdasarkan hewan kesukaan yang dibuat dari kertas origami.
Foto 4 : melakukan permainan
tradisional “ Boi-boian” untuk Menyusun piramida ekologi yang ada di ekosistem
lingkungan sekitar.
Foto 5 : Kegiatan pembelajaran
“mengubah sampah jadi barang berfaedah” dengan memanfaatkan sampah plastik di
lingkungan sekolah menjadi berbagai kreasi benda.
Foto 6: kegiatan pembelajaran “memperingati
hari Kartini” dengan fashion show menggunakan baju kebaya .
Foto 7 : Kegiatan pembelajaran sosial
emosional dengan permainan stick talk untuk menceritakan perasaan setiap
siswa setelah mengikuti pembelajaran.
Foto 8 : Kegiatan pembelajaran sosial emosional dengan meneladani sifat positif dari tokoh idola sebagai motifasi untuk meraih cita-cita.
PERASAAN (FEELINGS)
Sebagai
pemimpin pembelajaran saya merasa tertantang untuk mengambil keputusan yang
tepat sebagai solusi atas permasalahan yang terjadi. Berdasarkan 9 langkah pengujian
dalam pengambilan keputusan yang telah saya pelajari pada modul 3.1 ,
alhamdulillah keputusan yang saya buat tepat untuk meningkatkan motivasi belajar siswa .
PEMBELAJARAN (FINDINGS)
Permasalahan
pada setiap individu itu berbeda-beda, perlu adanya pemahaman dalam masalah
yang dialami agar pengambilan keputusan yang dilakukan berdampak positif. Keputusan
yang diambil oleh pemimpin pembelajaran harus tepat dan tidak boleh gegabah
terutama dalam menghadapi dilema etika atau bujukan moral. Setelah mempelajari
modul 3.1, bekal pengetahuan dalam pengambilan keputusan pun semakin
bertambah. Dibutuhkan kolaborasi yang solid antara warga sekolah dalam
membangun kembali motivasi, semangat , sikap dan prestasi belajar yang sempat
menurun akibat pembelajaran yang dilaksanakan secara daring. Saya pun bersyukur
mengikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 ini sebab banyak ilmu baru
terutama dalam penerapan berbagai pendekatan dan pembelajaran yang berpihak
pada anak. Investigasi opsi trilemma yang saya dapat pun kesemuanya merupakan
materi yang telah saya pelajari pada modul sebelumnya. Hal ini yang sangat
membantu dan meyakinkan saya dalam menentukan keputusan yang tepat.
PENERAPAN (FUTURE)
Kemampuan
dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran merupakan perubahan
positif yang nyata terjadi pada diri saya sebagai CGP. Ke depannya saya akan
menerapkan 9 langkah pengujian dalam mengambil keputusan terutama dalam
permasalahan yang menyangkut dilema etika atau bujukan moral. Saya akan
berkolaborasi dengan warga sekolah untuk menentukan sebuah pengambilan
keputusan yang tepat serta berdampak positif terhadap kemajuan peserta didik. Saya semakin bersemangat menjadi agen perubahan di tempat saya bekerja sebab
dengan berbekal ilmu yang saya dapat dalam pengambilan keputusan, saya semakin
mendapat dukungan dan kepercayaan dari warga sekolah dalam penanganan dilema
etika atau bujukan moral yang dihadapi oleh warga sekolah.
No comments:
Post a Comment